Yesus Sang Teladan Sejati

Yesus Sang Teladan Sejati

Puncak Ekaristi Gereja Katolik adalah saat Perayaan Kamis Putih. Perayaan Kamis putih adalah dimulainya Gereja untuk merayakan Perjamuan Malam Terkahir. Dimana perjamuan tersebut ialah yang dilakukan oleh Yesus untuk para rasul dan kini untuk kita semua. Dalam perjamuan tersebut terdapat Roti dan anggur yang diubah menjadi Tubuh dan Darah Yesus sendiri. Namun, bukan hanya itu saja yang diperingati dalam Kamis Putih. Peristiwa lainnya ialah pembasuhan kaki para Rasul oleh Yesus.
Mengapa Yesus membasuh kaki? Mengapa Yesus tidak membasuh anggota tubuh lainnya. Yesus mau menunjukkan pada kita bahwa diri-Nya menjadi abdi yang paling rendah. Ada banyak tugas yang ditanggung oleh kaki dalam hidup manusia. Yesus pun memilih kaki sebagai bagian tubuh para murid yang hendak dibasuh. Kiranya ini bisa menjadi tanda bahwa Yesus mengambil titik terendah penopang hidup dan pergerakan manusia. Ia melayani sampai pada titik dasar perjumpaan manusia dengan bumi. Ia juga membersihkan membersikan penyangga pergerakan manusia.

Pesan Yesus dalam Injil Yoh. 13:1-15, “Hendaklah kamu saling membasuh kaki” Kata Yesus pada malam itu. Pesan yang sangat singkat dan jelas sebelum diri-Nya kembali kepada Bapa di Sorga. Makna dari pesan ini bukanlah semata-mata untuk kita hanya membasuh. Makna paling mendalam dari pesan Yesus ini adalah agar kita saling Mengasihi dalam hidup. Yesus telah menunjukkan diri kepada para Rasul dan murid lainnya, bahwa Ia menjadi pelayan dan teladan sejati.

Dalam hidup yang dijalani oleh kita, banyak masalah mengenai persaudaraan dan komunitas. Sering kita berselisih pandang dengan keluarga, pasangan, teman-teman dan masyarakat. Permasalahan itu didasari sebuah semangat menang sendiri (red: egois) dibandingkan mengasihi. Pesan Yesus melalui perayaan Kamis Putih sangat jelas bahwa diajaknya kita untuk mengasihi bukan membenci. Kita lebih memilih membuang-buang waktu memikirkan masalahnya dibandingkan menyelesaikannya. Kita lebih memilih memblokir orang lain dalam hdiup kita, dibanding terbuka dalam membangun ppersaudaraan.

Marilah kita melalui pesan Yesus dalam Kamis Putih ini, bersama-sama membangun diri untuk lebih mencintai, dan membasuh orang lain dengan tulus hati. Kamis Putih ini menjadi kesempatan bagi kita untuk semakin meyakini kasih Tuhan. Tuhan mengasihi kita dari titik dasar hidup kita. Ia pun menjagai kita dengan membersihkan penopang gerakan hidup kita. Maka mari kita syukuri kasih Tuhan bagi hidup kita. Kita lakukan kehidupan dan pergerakannya dengan kaki bersih.