Panggilan, Persekutuan, dan Perutusan

Panggilan, Persekutuan, dan Perutusan

Panggilan, Persekutuan, dan Perutusan
(Mat.17:1-9)

Tiga tema yang selalu diulang-ulang dalam Kitab Suci, yaitu dipangil (vocation), hidup bersama/bersekutu (communion), dan diutus (mission). Semua tokoh besar dalam kisah keselamatan dalam Kitab Suci selalu berada dalam proses ini. Abraham dalam bacaan pertama hari ini dipangil oleh Tuhan untuk berada dalam naungan-Nya, dan diutus. Ia dijanjikan tanah/negeri, keturunan, dan berkat. Ia menjadi tokoh iman.

Demikian juga Timotius dalam bacaan kedua hari ini, dipanggil dan diutus oleh Tuhan untuk mewartakan supaya semua orang mendapatkan keselamatan dari Allah sendiri. Hal yang sama dialami oleh Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Mereka dipanggil oleh Tuhan, untuk bersatu dengan-Nya, dan kemudian harus diutus. Mereka diajak Yesus mendaki gunung (panggilan), lalu mengalami kemulian-Nya di puncak gunung (persekutuan), dan kemudian mereka harus turun gunung (diutus).

Bersatu dengan Tuhan dan mengalami penampakan diri Allah adalah pengalaman yang membahagiakan para murid; tidak semua orang dapat mengalaminya. Banyak bentuk dan jenis panggilan, persekutuan, dan perutusan sekarang ini, namun tidak semuanya membahagiakan, malah menyesatkan, karena tidak bersumber dari kebenaran Allah. Wajah Allah yang bercahaya di puncak gunung adalah wajah Ilahi yang menghancurkan kepalsuan zaman ini.