Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Orang Katolik Berdoa Kepada Siapa?

Orang Katolik Berdoa Kepada Siapa?

Sebagai umat Katolik, kita tidak asing dengan Doa Rosario, Doa Novena dan doa-doa Katolik lainnya. Seringkali doa-doa ini kita kaitkan dengan Santo-Santa tertentu. Jadi sebenarnya kita berdoa kepada Santo-Santa atau kepada Allah?

Rosario adalah salah satu devosi dalam gereja Katolik. Apa itu devosi? Devosi adalah doa tidak resmi yang diakui oleh gereja Katolik sebagai bentuk relasi umat beriman dengan Allah Tritunggal. Dikatakan tidak resmi karena doa ini tidak diatur secara baku oleh gereja dalam praktiknya. Berbeda dengan Tata Perayaan Ekaristi yang harus dari A sampai Z mengikuti aturan yang sudah dibuat. Jika dalam devosi, praktiknya akan lebih fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan umat beriman.

Jika dalam Tata Perayaan Ekaristi doa yang harus kita daraskan adalah Doa Syukur Agung, tidak boleh doa yang lain karena hal ini sudah diatur oleh gereja. Lain halnya dalam devosi. Misalnya jika kita melakukan devosi medali wasiat, kita bebas berdoa dalam bentuk apapun. Kita tetap punya kebebasan untuk berdoa sesuai kebutuhan kita. Selain itu, devosi punya bentuk yang sangat beragam dan kerap kali diidentikan dengan Santo-Santa tertentu. Misalnya Devosi Rosario Bunda Maria, Devosi Novena St. Antonius dai Padua, Devosi Novena Santo Yakobus, dan masih banyak lagi.

Saat kita berdoa rosario, saat kita bernovena, saat kita berdevosi, sebenarnya kita berdoa kepada siapa? Walaupun doa-doa ini kerap kali diidentikan dengan santo-santa, tetapi sejatinya devosi ini tetap kita tujukan kepada Allah. Sesuai dengan definisi diatas bahwa devosi adalah bentuk relasi umat beriman dengan Allah Tritunggal. Jadi muara dari devosi yang kita lakukan tetaplah Allah dan bukan santo-santa. Faktanya, bukan santo-santa yang menyelamatkan kita melainkan Allah yang maharahim yang dengan kemurahan hatinya akan menyelamatkan kita.

Santo dan santa sebagai orang-orang yang kita percaya sudah bersama Allah di surga bertugas menghantarkan doa-doa kita kepada Allah. Praktik berdoa lewat santo-santa ini, sebenarnya sama saja seperti saat kita meminta doa kepada teman atau kerabat. Bedanya, jika teman dan kerabat kita masih tinggal bersama kita di dunia sedangkan santo-santa ini sudah berada di surga bersama dengan Allah. Kita percaya bahwa mereka golongan orang-orang benar. Dalam Alkitab dikatakan, doa orang-orang benar adalah doa yang didengar oleh Allah.

Kesimpulannya, kita berdevosi untuk membangun relasi dengan Allah. Sekalipun dikaitkan dengan santo-santa, tugas merka hanya membantu mendoakan bukan mengabulkan permintaan kita. Syalom!

Sumber : Katolik Media