Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Makna di Balik Betlehem

Makna di Balik Betlehem

Gereja Katolik selalu menyimpan makna yang indah di setiap tradisi gerejawinya, salah satunya adalah tentang inkarnasi Kristus yang berkenan lahir dari seorang perawan di Betlehem. Mengapa Kristus lahir di Betlehem? Mengapa tidak di Nazaret tempat ayah dan ibunya tinggal?

Ada 3 kata kunci yang memiliki makna penting dalam peristiwa kelahiran ini. Pertama tentang Betlehem, yang kedua tentang palungan dan yang ketiga adalah tentang kain lampin. Peristiwa kelahiran Yesus di Betlehem ini sejatinya sudah diramalkan oleh Nabi Mikha yang tertulis dalam Perjanjian Lama; “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaanya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.” Jadi, apa yang dilakukan oleh Yesus, Maria dan Yosef ini semuanya telah diatur oleh Tuhan.

 

Betlehem dalam bahasa Ibrani berarti rumah roti dan dalam bahasa Arab yang berarti rumah daging. Keduanya memiliki makna yang sama yaitu “disinilah Yesus, sang roti hidup, telah dilahirkan.” Betlehem sang rumah roti juga memiliki makna sebagai Gereja Kudus dimana roti hidup itu berada dan dibagi-bagikan kepada banyak orang. Dalam Lukas 2:7 dikatakan bahwa bayi Yesus dibaringkan dalam palungan. Palungan adalah tempat makanan diletakan. Dalam iman kita percaya bahwa palungan itu adalah perlambang dari altar kudus. Dimana Yesus sang roti hidup membagi-bagikan diri-Nya sebagai makanan untuk orang-orang yang percaya kepada-Nya.

 

Yang terakhir adalah tentang kain lampin. Yesus yang terbungkus kain lampin memiliki makna bawa Ia nyata kelahiran-Nya. Kelahiran-Nya sungguh terjadi tetapi tersembunyi. Begitu juga saat kita menyantap tubuh-Nya saat ekaristi. Ia nyata dalam rupa roti dan anggur tetapi tersembunyi sehingga kita tidak dapat melihat-Nya secara langsung.

Dapat kita simpulkan bahwa kelahiran Yesus di Betlehem diatas palungan dan dibungkus kain lampin, punya kaitan erat dengan ekaristi yang kita rayakan setiap harinya. Yesus yang adalah sang roti hidup berkenan lahir dan hadir di Betlehem yang kita maknai sebagai kehadiran Yesus dalam Gereja Kudus. Diatas palungan yang kita maknai sebagai persembahan diri Yesus di altar kudus. Dan dalam bungkusan kain lampin yang kita maknai sebagai perwujudan Yesus dalam rupa roti dan anggur yang nyata, tetapi tersembunyi.