Facta tentang PKKC
Gereja Paroki Keluarga Kudus Cibinong

Facta tentang PKKC

 

Tahukah Kamu?

oleh: Dionisia A.Carola & Marta Silvia

  1. PKKC merupakan salah satu paroki terbesar di Keuskupan Bogor. Tahukah kamu,bagaimana awal berdirinya gereja katolik PKKC hingga berdiri kokoh saat ini?

Paroki keluarga kudus cibinong terbentuk sebagai Gereja perdana, Gereja”Keluarga Kudus” pada awal mulanya merupakan bagian reksa Pastoran Paroki Katedral Bogor. Kira-kira tahun 1956 Pastor A Leunissen, OFM. Conv. mulai merintis karya pastoran di Cibinong dibantu oleh beberapa tenaga katekis yang antara lain Ibu Thion Hwat Nio. Pada tanggal 30 September 1958, untuk pertama kalinya Pastor A. Leunissen, OFM. Conv. membaptis pasangan suami-istri dari Cibinong, yaitu Yoseph Tan Tek Kim dan Maria Thio Sun Nio berikut putranya Antonius Tan Tjoan Gie. Setelah keluarga tersebut dibaptis, rumah tinggalnya mulai digunakan untuk Perayaan Ekaristi pada saat saat tertentu.

  1. PKKC telah berdiri kurang lebih 43 tahun yang lalu dan telah beberapa kali berganti kepemimpinan. Tahukah kamu siapa sajakah Pastor yang pernah memimpin PKKC?

Dari awal lahirnya Paroki Keluarga Kudus Cibinong sampai saat ini sudah ada 9 Pastor Paroki yang pernah bertugas di Cibinong.

Berikut Nama-Nama Pastor tersebut.

  1. Romo GWJ Rujs.OFM, pernah melayani dari tahun 1975-1979 beliau adalah Romo pertama.
  2. Romo B.Sudjarwo,Pr, b beliau melayani dari tahun 1979-1983.
  3. Romo EJ Rijper.OFM, beliau melayani daritahun 1983-1984.
  4. Romo Diaz Viera,SVD, beliau melayani daritahun 1984-1991.
  5. Romo Franz Larry,Pr, beliau melayani dari tahun1991-1995.
  6. Romo Y.Hardono,Pr, beliau melayani dari tahun1995-1999.
  7. Romo A.Adi Indiantono, beliau melayani daritahun 1999-2000.
  8. Romo M.Suharsono,Pr, beliau melayani daritahun 2000-2017.
  9. Romo Agustinus Suyatno, Pr, yang melayani dari tahun 2017- sekarang. (Sejarah PerjalananParoki Keluarga Kudus Cibinong, 2013:52).

 

  1. Tahukah Kamu bahwa Paroki Keluarga Kudus Cibinong mendapatkan sebuah gelar yang sangat istimewa, yaitu “Stasi yang melahirkan banyak Stasi”? Apa maksudnya?

 Sebelum berdiri menjadi sebuah Paroki, PKKC merupaka sebuah stasi yang bernama Stasi  St. Philipus. Seiring berjalannya waktu, karena semakin bertambahnya umat dan jarak yang harus ditempuh umat, maka lahirlah beberapa stasi hasil pemekaran dari PKKC:

  • Stasi Santo Vincentius Gunung Putri (kini telah memiliki tanah seluas 1000 M2, yanghingga kini masih dalam proses perijinan pembangunan Gereja)
  • Stasi Santo Andreas Ciluar (Tahun 1998 ini telah membeli tanah seluas 1000 M2 yang akan digunakan untuk Gereja, dan 485 M2 untuk  pembangunan sekolah TK Mardi Yuana)
  • Stasi Santo Simon Citeureup
  • Stasi Santo Yohanes Berchman Cileungsi
  • Stasi Santo Arnoldus Jonggol (memiliki tanah seluas 1200 M2),
  • Stasi Santo Matheus Depok II Tengah (sejak Januari 1997 menjadi stasi yang otonom),
  • Stasi Santo Thomas Kelapa Dua (kini sudah menjadi Paroki sejak tanggal 23 Maret 1991),
  • Stasi Santo Markus Depok II Timur (kini sudah menjadi Paroki sejak 20 November 1994). (Sejarah Perjalanan Paroki Keluarga Kudus Cibinong, 2013:73)
  1. Dari sekian banyak orang yang telah dibaptis di PKKC, tahukan kamu siapakah orang yang pertama kali dibaptis di PKKC? Atau bisa saja mungkin Anda mengenalnya.

Orang yang pertama kali tercatat dalam  Buku Baptis Paroki dengan Nomor Buku Baptis  Reg. 1/Fol/No. 1 dan dicatat pada tanggal 9 Juli  1975 adalah Saudari Elizabeth Yunita Susiani,  puteri dari Bapak FX Suwarno dan Ibu Bernadetha  Siwi Muwarni. (Sejarah Perjalanan Paroki Keluarga Kudus Cibinong, 2013:47).

 

  1. PKKC merupakan gereja yang sangat luas, tahukah kamu berapa luas PKKC yang sebenarnya? Berapakah jumlah umat yang dapat ditampung dalam satu kali misa?

 

Paroki memiliki tanah untuk relokasi gereja  dan pembangunan sarana pra-sarana pastoral lainnya seluas : 10.000 m2 dengan rincian : Tanah pemelihan dari Bapak.Teddy seluas 6.400 M2. Tanah hibah dari Ibu Lenny seluas 3.600 M2. Dalam satu kali misa, PKKC dapat menampung umat sebanyak 3.000 umat. (Sejarah Perjalanan Paroki Keluarga Kudus Cibinong, 2013:90)

 

  1. Tahukah kamu Altar kita terbuat dari apa?

 Altar yang berada di tengah bangunan Paroki Keluarga Kudus Cibinong dirancang oleh Bapak Octavianus Marti Nangoy terbuat dari batu Brazilian White dengan panjang 4,11 m dan  tinggi 1,01 m. Pak Ovi mengatakan bahwa adafilosofi tersendiri dari angka 1 yang terdapat padapanjang dan tinggi altar yang berarti sebuah harapan atas kelanjutan karena setelah angka satu akan terdapat angka 2 dan setrusnya. Namun apabila angka-angka tersebut diakhiri dengan angka 0, angka 0 sendiri biasanya identik dengan akhir. Di depan altar juga terdapat relief perjamuan kudus yang diukir selama setahun di Kediri. (Bapak Octavianus Marti Nangoy).

 

  1. Tahukah kamu Relikui yang terdapat di PKKC?

 

Relikui yang terdapat di balik altar PKKC merupakan relikui dari St. Antonius dari Padua. Relikui tersebut berasal dari Vatikan yang kemudian diberikan oleh Bapak Uskup kepada gereja. Relikui tersebut merupakan sepotong kain linen yang dengan hormat telah disentuhkan pada lidah terberkati St. Antonius dari Padua yang tidak hancur karena membusuk setelah lebih dari 700 tahun meninggal. (Romo Alfonsus Sombolinggi, Pr).

  1. Pernahkah kamu perhatikan dengan seksama Patung disekelilingi PKKC?

 

Patung-patung tersebut seharusnya merupakan patung kedua belas rasul, namun rasul Yakobus anak Alfeus dan Tadeus digantikan oleh pengarang injil yaitu St. Markus dan St. Lukas, sedangkan Yudas Iskariot yang seharusnya digantikan oleh St. Matias, namundi PKKC patungnya diganti menjadi patung St.Paulus sebagai nama pelindung Sekolah Tinggi Seminari Keuskupan Bogor yaitu Seminari Tinggi Petrus – Paulus.

 

  1. Tahukah kamu apakah sebenarnya bentuk bangunan PKKC? Dan mengapa demikian?

Rancangan bangunan PKKC diajukan oleh seorang arsitek perempuan profesional yaitu PT Andal dan disetujui oleh Bapak Uskup pada tanggal 8 Oktober 2004. Bangunan PKKC berbentuk seperti burung yang melambangkan roh kudus agar gereja kita senantiasa dilindungi oleh roh kudus. (Sejarah Perjalanan Paroki Keluarga Kudus Cibinong, 2013:98).

semoga bermanfaat

Leave a Reply