Santa Walburga

Santa Walburga
Abbess of Heidenheim Benedictine Monastery

Perayaan : 25 Februari, 1 Mei
Lahir : Tahun 710
Kota asal : Devonshire, Inggris
Wilayah Karya : Bavaria Jerman
Wafat : 25 Februari 779 di Heidenheim Jerman
Kanonisasi : Pre-Congregation

Santa Walburga lahir pada tahun 710 di Devonshire, Inggris dalam keluarga aristokrat. Ia adalah putri Santo Richard (Santo Richard Peziarah), raja Kerajaan Saxons di Wessex Inggris. Dua orang saudaranya juga menjadi orang kudus; yaitu Santo Winebald dan Santo Willibaldus. Seorang pamannya, yaitu adik dari ibunya, adalah Santo Bonifasius, Uskup dan rasul bangsa Jerman yang terkenal itu.

Ketika ia berumur 11 tahun, Ayahnya Richard bersama kedua saudaranya berangkat siarah ke tanah suci Yerusalem. Walburga dititipkan di biara susteran Benediktin di Wimborne  orsetshire Inggris. Ia dididik oleh para biarawati dan ditahbiskan menjadi seorang suster. Ia tinggal di biara ini selama 26 tahun sampai keberangkatannya ke Jerman pada tahun 748.

Walburga tiba di Jerman sesudah dua saudaranya, Willibald dan Winebald, untuk membantu Santo Bonifasius, dalam karya penginjilan diantara bangsa Jerman yang masih kafir. Bersama santo Bonifasius, mereka mendirikan biara-biara di beberapa wilayah Jerman yang baru menerima iman Kristiani. Selanjutnya Walburga diutus ke biara Benediktin di Heidenheim untuk membantu Winebald yang telah ditunjuk sebagai pimpinan biara tersebut.

Sesudah santo Winebald meninggal dunia pada tahun 761, Walburga ditunjuk untuk menggantikannya. Dibawah kepemimpinan suster Walburga, biara Heidenheim menjadi terkenal ke seluruh Jerman. Bukan hanya terkenal karena mempraktekkan disiplin hidup membiara yang ketat, namun juga karena suster Walburga, sang pemimpin biara, diberkati Tuhan dengan karunia penyembuhan. Ia memiliki kuasa atas berbagai macam penyakit dan mampu menyembuhkan orang sakit dengan doa dan minyak pengurapan.

Santa Walburga tutup usia dengan tenang pada tanggal 25 Februari 779 dan di makamkan di biara tersebut. Pada tahun 870 relikwi-nya dipindahkan ke Gereja Salib Suci Eichstatt, Jerman.

Continue Reading

Semangat Pengampunan

Semangat Pengampunan (Mat 5:38-48)

Dalam tradisi hidup bakti, ada kesempatan saling mengoreksi atau menasehati satu sama lain dalam komunitas. Dalam suasana doa dan terang Roh Kudus, dengan jujur dan rendah hati masing-masing anggota dalam biara menyampaikan hal-hal yang perlu untuk diperbaiki dan dipertahankan. Tujuannya jelas, yaitu untuk saling mendukung dalam mencapai kekudusan, bukan untuk saling menjatuhkan.

Hal yang sama sebenarnya sudah ditegaskan dalam kitab Imamat dalam bacaan hari ini. “Janganlah Engkau membenci saudaramu,di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegur dan mendatangkan dosa.” (Im 19:17) Menegur dengan motivasi menguduskan membutuhkan kerendahan hati dari diri kita. Biasanya kalau kita mengalami persoalan dengan saudara kita, yang ada dalam diri kita adalah benci dan kemarahan. Tuntutan pengudusan dalam konflik, pertentangan dan percekcokan tidak lain adalah semangat pengampunan dan kerendahan hati. Hanya dengan semangat pengampunan dan rendah hati kita akan memiliki rasa cinta persaudaraan.

Bahkan menurut Yesus tidak sekadar mewujudkan belas kasih kepada mereka yang menyakiti kita, tetapi merupakan keutamaan hidup Kristiani. Bagi Yesus ciri khas dan kualitas kemuridan yang sejati harus sampai pada tingkat keutamaan belas kasih, yaitu memberikan dengan rela; bukan karena kewajiban melainkan karena kemurahan hati kita.

Continue Reading

Santo Petrus Damianus, Uskup dan Pujangga Gereja

Santo Petrus Damianus, Uskup dan Pujangga Gereja

Perayaan : 21 Februari
Lahir : Tahun 1007
Kota asal : Ravenna, Italy
Wafat : 22 Februari 1072 di Ravenna, Italy. Oleh sebab alamiah makamnya dipindahkan beberapa kali dan sejak tahun 1898 berada di Chapel of Saint Peter Damian The Cathedral of Faenza, Italy.
Kanonisasi : Tahun 1823 oleh Paus Leo XII

Petrus Damianus dilahirkan pada tahun 1007 dan menjadi Yatim Piatu sejak masih kanak-kanak. Ia diasuh oleh seorang kakaknya yang berwatak buruk. Kakaknya suka menganiaya dia serta membiarkannya kelaparan. Seorang kakaknya yang lain, Damianus yang adalah seorang pastor di Ravenna, mengetahui keadaanya yang sebenarnya. Ia membawa Petrus pulang kerumahnya.

Sejak saat itulah hidup Petrus berubah sepenuhnya. Ia diperlakukan dengan penuh cinta, kasih sayang serta perhatian. Begitu bersyukurnya Petrus hingga kelak ketika Ia menjadi seorang religius, Ia memilih nama Damianus sebagai ungkapan kasih sayang kepada kakaknya.

Damianus mendidik Petrus serta memberinya semangat dalam belajar. Petrus kemudian mengajar di perguruan tinggi ketika usianya baru duapuluh tahunan. Ia menjadi seorang guru yang hebat. Tetapi Tuhan membimbingnya ke jalan yang tidak pernah dipikirkan olehnya.

Petrus hidup pada masa di mana banyak orang dalam Gereja terlalu dipengaruhi oleh tujuan-tujuan duniawi. Petrus sadar bahwa Gereja adalah ilahi dan Gereja memiliki rahmat dari Yesus Kristus untuk menyelamatkan semua orang. Ia ingin agar gereja bersinar dengan kemuliaan Kristus.

Continue Reading

Kesempurnaan Taurat oleh Yesus

Kesempurnaan Taurat oleh Yesus
Mat 5:17-37

Ketika mendidik murid-murid Nya, Yesus mulai dengan apa yang menjadi kebiasaan mereka sebagai orang Yahudi. Yesus menegaskan bahwa Ia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat melainkan untuk menggenapinya atau menyempurnakan. Keutamaan hidup yang bertumbuh dari kedalaman hati untuk mewujudkan belas kasih bukan sekali jadi, melainkan bersumber pada apa yang dibiasakan terus menerus yang akan menjadi habitus baru.

Sebab keutamaan yang tidak bersumber dari peraturan Allah akan gampang jatuh pada tindakan dan keputusan yang sangat subjektif. Mewujudkan keutamaan belas kasih yang sungguh muncul dan berkembang dari kedalaman hati pasti selalu bersumber dari sabda Allah. Sebab sabda Allah yang kita kunyah dan kita simpan dalam hati dan ketika ditanyakan dalam perbuatan itulah yang disebut kebijaksanaan ilahi. Yesus mengatakan bahwa itulah kesempurnaan Taurat ketika sabda menjadi sumber perbuatan.

“Allah, mampukan kami mewujudkan perintah-Mu dalam hidup sehari-hari. Amin”

Continue Reading

5S : Senyum Sapa Salam Sayang Sebulat hati

5S : Senyum Sapa Salam Sayang Sebulat hati
Oleh : Oleh : RD. Agustinus Suyatno

Judul tulisan ini merupakan syair lagu anak-anak
yang sering dinyanyikan sebelum anak diberi materi pelajaran.
Dengan menyanyikan lagu ini guru pembimbing ingin
mengajak anak-anak berada dalam hidup penuh syukur dan
sukacita. Dengan bersama menyanyikan lagu ini, yang tadinya
tidak kenal menjadi kenal, yang tadinya jauh menjadi dekat,
yang tadinya takut menjadi tidak takut lagi. Maka lagu ini
pantas menjadi lagu kita bersama.

Manusia adalah makhluk sosial. Ia tidak bisa hidup
sendiri. Manusia perlu orang lain. Semua orang mau diakui
keberadaannya, semua orang mau diakui eksistensinya. Maka
tidak jarang dimanapun, sedang apapun, entah sendiri entah
bareng orang lain, pengen difoto atau melakukan swafoto,
kemudian dibagikan kepada orang lain. Tujuannya supaya
eksis.

Bacaan Misa hari ini mengajak kita untuk hidup
dalam sukacita yang penuh, tidak setengah-setengah. Hidup
dalam sukacita akan bisa dialami apabila mau hidup dalam
suasana syukur kepada Tuhan. Hidup penuh syukur dan
sukacita akan didapatkan apabila mau hidup bersama dan
berada di dalam Yesus. Petrus menyadari bahwa dirinya
hanyalah manusia biasa. Maka saat Kornelius menyambutnya
sambil tersungkur dan menyembah, Petrus menegakkan dia
dan berkata, bangun ah, aku hanya manusia biasa. Petrus
menyadari bahwa kemampuan bukan dari dirinya tetapi dari
Yesus yang diimaninya.

Yesus yang diwartakan oleh Petrus adalah Yesus yang
hidup dalam kasih Allah Bapa. Yesus tinggal dalam Allah Bapa
yang Mahakasih. Yesus mengasihi manusia seperti Allah
mengasihiNya. Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian
juga Aku mengasihi kamu. Tinggalkan dalam kasihKu itu. Yesus
menyebut kita telah tinggal dalam kasihNya, apabila kita
melakukan apa yang diperintahkanNya. Seperti aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal
dalam kasihNya. Semuanya itu aku lakukan supaya sukacitaKu ada didalam kamu dan
sukacitamu menjadi penuh.

Apa perintah Yesus itu? Yaitu saling mengasihi. Tidak ada kasih yang lebih besar
dari pada kasih seorang yang memberikan nyatanya untuk sahabat sahabat nya.
Oleh karena itu Rasul Yohanes mengajak untuk hidup saling mengasihi. Sebab
kasih berasal dari Allah. Setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dan mengenal Allah.
Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Allah
mengasihi kita dan telah menganugerahkan puteraNya yang tunggal ke dunia kepada kita
supaya kita hidup olehNya. Dalam hal inilah hidup kita menjadi hidup yang penuh syukur
dan sukacita.

Seandainya penuh syukur dan sukacita bisa difoto, pastinya banyak orang akan
membuat foto hidupnya dan dibagikan kepada orang lain. Sayang hidup kita tidak bisa
difoto. Baiklah kita berhenti membayangkan itu, tetapi mencoba membagikan
pengalaman hidup kita kepada orang lain. Selamat mencoba hidup dalam Tuhan dengan
tinggal dalam kasihNya dan melakukan perintahnya sehingga. Hidup kita penuh syukur
dan sukacita. Tuhan memberkati

Continue Reading

Kamu adalah Garam Dunia

Kamu adalah Garam Dunia (Mat 5:13-16)

“Kamu adalah garam dunia” merupakan ungkapan untuk mendorong para murid saat mengalami penderitaan dan kegalauan agar mereka harus tetap menjadi berkat bagi dunia. Para Nabi yang ada sebelum mereka adalah garam bagi tanah Kanaan, tetapi para rasul adalah garam bagi seluruh bumi, sebab mereka harus pergi ke seluruh dunia untuk memberitakan Injil.

Tampaknya mereka harus berkecil hati karena jumlah mereka begitu sedikit dan lemah. Apa yang mampu mereka lakukan di kawasan yang begitu luas seperti seluruh muka bumi ini? Tidak ada, jika mereka harus bekerja dengan menggunakan kekuatan senjata dan pedang semata. Dengan bekerja tanpa suara seperti garam, maka segenggam garam itu akan menyebar rasanya ke mana-mana menjangkau daerah yang luas, dan bekerja tanpa terasa dan tanpa penolakan sama seperti bekerjanya ragi.

Menjadi komunitas garam dan ragi persis zaman seperti dikatakan Yesaya 58:7-10, yaitu supaya Engkau memecah-mecahkan rotimu bagi orang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tidak memiliki rumah. Mewujudkan belas kasih meski sederhana sekalipun akan memberikan dampak yang luar biasa terlebih bagi mereka yang merasakan belas kasih itu.

Rasa kasih dan pengamalan dikasihi tidak akan pernah luntur. Inilah yang perlu kita kembangkan dalam kegembalaan Gereja khususnya zaman ini dimana belas kasih dan kepedulian semakin luntur. Doa, kesalehan, Ekaristi sangatlah penting, tetapi menjadi berartii kalau kita mampu menciptakan komunitas ekaristis; kerelaan dan siap untuk berbagi.

Continue Reading

Makna di Balik Betlehem

Gereja Katolik selalu menyimpan makna yang indah di setiap tradisi gerejawinya, salah satunya adalah tentang inkarnasi Kristus yang berkenan lahir dari seorang perawan di Betlehem. Mengapa Kristus lahir di Betlehem? Mengapa tidak di Nazaret tempat ayah dan ibunya tinggal?

Ada 3 kata kunci yang memiliki makna penting dalam peristiwa kelahiran ini. Pertama tentang Betlehem, yang kedua tentang palungan dan yang ketiga adalah tentang kain lampin. Peristiwa kelahiran Yesus di Betlehem ini sejatinya sudah diramalkan oleh Nabi Mikha yang tertulis dalam Perjanjian Lama; “Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaanya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala.” Jadi, apa yang dilakukan oleh Yesus, Maria dan Yosef ini semuanya telah diatur oleh Tuhan.

 

Betlehem dalam bahasa Ibrani berarti rumah roti dan dalam bahasa Arab yang berarti rumah daging. Keduanya memiliki makna yang sama yaitu “disinilah Yesus, sang roti hidup, telah dilahirkan.” Betlehem sang rumah roti juga memiliki makna sebagai Gereja Kudus dimana roti hidup itu berada dan dibagi-bagikan kepada banyak orang. Dalam Lukas 2:7 dikatakan bahwa bayi Yesus dibaringkan dalam palungan. Palungan adalah tempat makanan diletakan. Dalam iman kita percaya bahwa palungan itu adalah perlambang dari altar kudus. Dimana Yesus sang roti hidup membagi-bagikan diri-Nya sebagai makanan untuk orang-orang yang percaya kepada-Nya.

 

Yang terakhir adalah tentang kain lampin. Yesus yang terbungkus kain lampin memiliki makna bawa Ia nyata kelahiran-Nya. Kelahiran-Nya sungguh terjadi tetapi tersembunyi. Begitu juga saat kita menyantap tubuh-Nya saat ekaristi. Ia nyata dalam rupa roti dan anggur tetapi tersembunyi sehingga kita tidak dapat melihat-Nya secara langsung.

Dapat kita simpulkan bahwa kelahiran Yesus di Betlehem diatas palungan dan dibungkus kain lampin, punya kaitan erat dengan ekaristi yang kita rayakan setiap harinya. Yesus yang adalah sang roti hidup berkenan lahir dan hadir di Betlehem yang kita maknai sebagai kehadiran Yesus dalam Gereja Kudus. Diatas palungan yang kita maknai sebagai persembahan diri Yesus di altar kudus. Dan dalam bungkusan kain lampin yang kita maknai sebagai perwujudan Yesus dalam rupa roti dan anggur yang nyata, tetapi tersembunyi.

Continue Reading

Orang Katolik Berdoa Kepada Siapa?

Sebagai umat Katolik, kita tidak asing dengan Doa Rosario, Doa Novena dan doa-doa Katolik lainnya. Seringkali doa-doa ini kita kaitkan dengan Santo-Santa tertentu. Jadi sebenarnya kita berdoa kepada Santo-Santa atau kepada Allah?

Rosario adalah salah satu devosi dalam gereja Katolik. Apa itu devosi? Devosi adalah doa tidak resmi yang diakui oleh gereja Katolik sebagai bentuk relasi umat beriman dengan Allah Tritunggal. Dikatakan tidak resmi karena doa ini tidak diatur secara baku oleh gereja dalam praktiknya. Berbeda dengan Tata Perayaan Ekaristi yang harus dari A sampai Z mengikuti aturan yang sudah dibuat. Jika dalam devosi, praktiknya akan lebih fleksibel disesuaikan dengan kebutuhan umat beriman.

Jika dalam Tata Perayaan Ekaristi doa yang harus kita daraskan adalah Doa Syukur Agung, tidak boleh doa yang lain karena hal ini sudah diatur oleh gereja. Lain halnya dalam devosi. Misalnya jika kita melakukan devosi medali wasiat, kita bebas berdoa dalam bentuk apapun. Kita tetap punya kebebasan untuk berdoa sesuai kebutuhan kita. Selain itu, devosi punya bentuk yang sangat beragam dan kerap kali diidentikan dengan Santo-Santa tertentu. Misalnya Devosi Rosario Bunda Maria, Devosi Novena St. Antonius dai Padua, Devosi Novena Santo Yakobus, dan masih banyak lagi.

Saat kita berdoa rosario, saat kita bernovena, saat kita berdevosi, sebenarnya kita berdoa kepada siapa? Walaupun doa-doa ini kerap kali diidentikan dengan santo-santa, tetapi sejatinya devosi ini tetap kita tujukan kepada Allah. Sesuai dengan definisi diatas bahwa devosi adalah bentuk relasi umat beriman dengan Allah Tritunggal. Jadi muara dari devosi yang kita lakukan tetaplah Allah dan bukan santo-santa. Faktanya, bukan santo-santa yang menyelamatkan kita melainkan Allah yang maharahim yang dengan kemurahan hatinya akan menyelamatkan kita.

Santo dan santa sebagai orang-orang yang kita percaya sudah bersama Allah di surga bertugas menghantarkan doa-doa kita kepada Allah. Praktik berdoa lewat santo-santa ini, sebenarnya sama saja seperti saat kita meminta doa kepada teman atau kerabat. Bedanya, jika teman dan kerabat kita masih tinggal bersama kita di dunia sedangkan santo-santa ini sudah berada di surga bersama dengan Allah. Kita percaya bahwa mereka golongan orang-orang benar. Dalam Alkitab dikatakan, doa orang-orang benar adalah doa yang didengar oleh Allah.

Kesimpulannya, kita berdevosi untuk membangun relasi dengan Allah. Sekalipun dikaitkan dengan santo-santa, tugas merka hanya membantu mendoakan bukan mengabulkan permintaan kita. Syalom!

Sumber : Katolik Media

Continue Reading
Kisah Bukit Salib
bukit salib

Kisah Bukit Salib

Kisah Bukit Salib

 

bukit salib

Bukit Salib adalah sebuah situs ziarah yang berada sekitar 12 km di sebelah Utara Kota Šiauliai, di Lithuania Utara. Permulaannya tidak diketahui dengan pasti, tetapi dianggap bahwa salib-salib pertama ditempatkan pada bekas Bukit Benteng Jurgaičiai atau Domantai setelah Perlawanan tahun 1831 Selama berabad-abad, tidak hanya salib-salib biasa, namun juga salib-salib raksasa, patung-patung kayu dari para pahlawan Lithuania, patung-patung Perawan Maria dan ribuan patung mini dan rosario diletakkan di tempat itu oleh para peziarah Katolik. Jumlah salib-salib yang ada tidaklah diketahui, namun diperkirakan berjumlah sekitar 100,000 batang.

Dikutip dari BBC Travel, sekitar 11 km di luar kota Siauliai di utara Lithuania, nampak bukit yang penuh salib. Tak tanggung-tanggung, jumlahnya mencapai 100.000 salib!

Dentingan kalung rosario yang tertiup angin seakan menciptakan nuansa tersendiri. Terkenal dengan nama Hill of Crosses ada banyak versi tentang sejarah tempat ini.

“Menurut cerita rakyat, dulu pernah ada sebuah gereja di tempat bukit itu berdiri. Saat badai besar datang, petir menyambar dan mengubur habis gereja tersebut bersama dengan seluruh jamaah yang berada didalamnya. Penduduk setempat percaya, sampai saat ini masih bisa merasakan roh pendeta yang gentayangan di kaki bukit saat matahari terbit. Namun seiring berjalannya waktu, itu seolah menjadi cerita rakyat belaka,” lanjutnya.

Versi lainnya pada tahun 1348, terdapat sebuah kastil kayu yang ditinggali oleh kumpulan warga Samogitian. Namun naas, kastil tersebut kemudian dihancurkan oleh seorang pendeta-tentara dari Jerman. Dari situ, banyak yang percaya bahwa orang- orang Samogitian yang selamat mengubur kawanan mereka di bukit tersebut.

Dari banyaknya cerita yang beredar, cerita mengenai seorang anak yang sembuh karena ayahnya menancapkan salib di bukit tersebut adalah yang paling terkenal. Keajaiban inilah yang menjadi daya tarik wisatawan. Pelancong dari seluruh dunia berbondong-bondong datang ke Bukit Salib untuk berdoa dan menaruh harapan mereka pada sebuah salib yang ditancapkan di bukit tersebut. Mereka berharap segala doa dan permintaan mereka akan terkabul.

Namun tidak semua salib yang ditancapkan merupakan harapan dan doa. Adapula yang merupakan simbol duka dan kenangan pada aksi pemberontakan terhadap Uni Soviet di abad ke-19. Dalam usahanya membasmi Kristiani di blok timur, Uni Soviet menghancurkan dan membakar seluruh kayu salib yang ada di bukit.

Selain itu, mereka juga memindai seluruh logam dan batu untuk konstruksi. Bagi yang berani membawa salib ke bukit tersebut akan didenda dan dipenjarakan. Namun anehnya, salib yang berada di atas gundukan bukit terus bertambah di tengah malam. Hal ini dipercaya terjadi sebagai aksi pemberontakan dari penindasan terhadap kaum religi. Sekarang, setelah lebih dari seperempat abad dari kejatuhan Uni Soviet, salib di bukit tersebut masih kokoh berdiri.

“Untuk sebagian orang, Bukit Salib merupakan tempat untuk merenung dan berdoa. Sedangkan yang lain merasa bahwa Bukit Salib merupakan simbol dari penolakan dan perlawanan di masa kelam. Sisanya merasa, Bukit Salib sebagai tempat ‘pelarian’ dari rutinitas yang membosankan.

Selama berabad-abad, tempat ini telah menjadi simbol kesinambungan iman Katolik Rakyat Lithuania melewati berbagai tantangan yang harus dihadapinya sepanjang sejarah. Setelah Persemakmuran Polandia-Lithuania pecah pada tahun 1795, Lithuania menjadi bagian dari Kekaisaran Rusia. Rakyat Polandia dan Lithuania bangkit menentang penguasa Rusia dalam Perlawanan November 1831 dan Perlawanan Januari 1863, namun gagal. Kedua gerakan perlawanan itu berhubungan dengan permulaan Bukit Salib: karena sanak-famili dari para pejuang yang gugur, yang tidak dapat menemukan jenazah anggota keluarga mereka, mulai menempatkan salib-salib simbolik di sebuah bukit bekas tempat pertahanan. Tatkala struktur politik lama dari Eropa Timur runtuh pada tahun 1918, Lithuania sekali lagi memproklamasikan kemerdekaannya. Selama waktu itu, Bukit Salib digunakan oleh Rakyat Lithuania sebagai tempat untuk berdoa bagi perdamaian, bagi tanah air mereka, bagi orang-orang terkasih yang telah hilang dari mereka selama Perang Kemerdekaan Lithuania.

Pada tanggal 7 September 1993, Paus Yohanes Paulus II mengunjungi Bukit Salib, dan menyatakan situs itu sebagai tempat bagi harapan, damai, kasih, dan pengorbanan. Pada tahun 2000, sebuah biara Pertapaan Fransiskan dibuka di dekat situ. Dekorasi interiornya dihubungkan dengan La Verna, gunung tempat St. Fransiskus menerima stigmata. Bukit itu tetap tidak berpemilik; oleh karenanya orang-orang bebas untuk menegakkan salib-salib di mana saja sesuka hati.

bukit salib
Continue Reading
Facta tentang PKKC
Gereja Paroki Keluarga Kudus Cibinong

Facta tentang PKKC

 

Tahukah Kamu?

oleh: Dionisia A.Carola & Marta Silvia

  1. PKKC merupakan salah satu paroki terbesar di Keuskupan Bogor. Tahukah kamu,bagaimana awal berdirinya gereja katolik PKKC hingga berdiri kokoh saat ini?

Paroki keluarga kudus cibinong terbentuk sebagai Gereja perdana, Gereja”Keluarga Kudus” pada awal mulanya merupakan bagian reksa Pastoran Paroki Katedral Bogor. Kira-kira tahun 1956 Pastor A Leunissen, OFM. Conv. mulai merintis karya pastoran di Cibinong dibantu oleh beberapa tenaga katekis yang antara lain Ibu Thion Hwat Nio. Pada tanggal 30 September 1958, untuk pertama kalinya Pastor A. Leunissen, OFM. Conv. membaptis pasangan suami-istri dari Cibinong, yaitu Yoseph Tan Tek Kim dan Maria Thio Sun Nio berikut putranya Antonius Tan Tjoan Gie. Setelah keluarga tersebut dibaptis, rumah tinggalnya mulai digunakan untuk Perayaan Ekaristi pada saat saat tertentu.

  1. PKKC telah berdiri kurang lebih 43 tahun yang lalu dan telah beberapa kali berganti kepemimpinan. Tahukah kamu siapa sajakah Pastor yang pernah memimpin PKKC?

Dari awal lahirnya Paroki Keluarga Kudus Cibinong sampai saat ini sudah ada 9 Pastor Paroki yang pernah bertugas di Cibinong.

Berikut Nama-Nama Pastor tersebut.

  1. Romo GWJ Rujs.OFM, pernah melayani dari tahun 1975-1979 beliau adalah Romo pertama.
  2. Romo B.Sudjarwo,Pr, b beliau melayani dari tahun 1979-1983.
  3. Romo EJ Rijper.OFM, beliau melayani daritahun 1983-1984.
  4. Romo Diaz Viera,SVD, beliau melayani daritahun 1984-1991.
  5. Romo Franz Larry,Pr, beliau melayani dari tahun1991-1995.
  6. Romo Y.Hardono,Pr, beliau melayani dari tahun1995-1999.
  7. Romo A.Adi Indiantono, beliau melayani daritahun 1999-2000.
  8. Romo M.Suharsono,Pr, beliau melayani daritahun 2000-2017.
  9. Romo Agustinus Suyatno, Pr, yang melayani dari tahun 2017- sekarang. (Sejarah PerjalananParoki Keluarga Kudus Cibinong, 2013:52).

 

  1. Tahukah Kamu bahwa Paroki Keluarga Kudus Cibinong mendapatkan sebuah gelar yang sangat istimewa, yaitu “Stasi yang melahirkan banyak Stasi”? Apa maksudnya?

 Sebelum berdiri menjadi sebuah Paroki, PKKC merupaka sebuah stasi yang bernama Stasi  St. Philipus. Seiring berjalannya waktu, karena semakin bertambahnya umat dan jarak yang harus ditempuh umat, maka lahirlah beberapa stasi hasil pemekaran dari PKKC:

  • Stasi Santo Vincentius Gunung Putri (kini telah memiliki tanah seluas 1000 M2, yanghingga kini masih dalam proses perijinan pembangunan Gereja)
  • Stasi Santo Andreas Ciluar (Tahun 1998 ini telah membeli tanah seluas 1000 M2 yang akan digunakan untuk Gereja, dan 485 M2 untuk  pembangunan sekolah TK Mardi Yuana)
  • Stasi Santo Simon Citeureup
  • Stasi Santo Yohanes Berchman Cileungsi
  • Stasi Santo Arnoldus Jonggol (memiliki tanah seluas 1200 M2),
  • Stasi Santo Matheus Depok II Tengah (sejak Januari 1997 menjadi stasi yang otonom),
  • Stasi Santo Thomas Kelapa Dua (kini sudah menjadi Paroki sejak tanggal 23 Maret 1991),
  • Stasi Santo Markus Depok II Timur (kini sudah menjadi Paroki sejak 20 November 1994). (Sejarah Perjalanan Paroki Keluarga Kudus Cibinong, 2013:73)
  1. Dari sekian banyak orang yang telah dibaptis di PKKC, tahukan kamu siapakah orang yang pertama kali dibaptis di PKKC? Atau bisa saja mungkin Anda mengenalnya.

Orang yang pertama kali tercatat dalam  Buku Baptis Paroki dengan Nomor Buku Baptis  Reg. 1/Fol/No. 1 dan dicatat pada tanggal 9 Juli  1975 adalah Saudari Elizabeth Yunita Susiani,  puteri dari Bapak FX Suwarno dan Ibu Bernadetha  Siwi Muwarni. (Sejarah Perjalanan Paroki Keluarga Kudus Cibinong, 2013:47).

 

  1. PKKC merupakan gereja yang sangat luas, tahukah kamu berapa luas PKKC yang sebenarnya? Berapakah jumlah umat yang dapat ditampung dalam satu kali misa?

 

Paroki memiliki tanah untuk relokasi gereja  dan pembangunan sarana pra-sarana pastoral lainnya seluas : 10.000 m2 dengan rincian : Tanah pemelihan dari Bapak.Teddy seluas 6.400 M2. Tanah hibah dari Ibu Lenny seluas 3.600 M2. Dalam satu kali misa, PKKC dapat menampung umat sebanyak 3.000 umat. (Sejarah Perjalanan Paroki Keluarga Kudus Cibinong, 2013:90)

 

  1. Tahukah kamu Altar kita terbuat dari apa?

 Altar yang berada di tengah bangunan Paroki Keluarga Kudus Cibinong dirancang oleh Bapak Octavianus Marti Nangoy terbuat dari batu Brazilian White dengan panjang 4,11 m dan  tinggi 1,01 m. Pak Ovi mengatakan bahwa adafilosofi tersendiri dari angka 1 yang terdapat padapanjang dan tinggi altar yang berarti sebuah harapan atas kelanjutan karena setelah angka satu akan terdapat angka 2 dan setrusnya. Namun apabila angka-angka tersebut diakhiri dengan angka 0, angka 0 sendiri biasanya identik dengan akhir. Di depan altar juga terdapat relief perjamuan kudus yang diukir selama setahun di Kediri. (Bapak Octavianus Marti Nangoy).

 

  1. Tahukah kamu Relikui yang terdapat di PKKC?

 

Relikui yang terdapat di balik altar PKKC merupakan relikui dari St. Antonius dari Padua. Relikui tersebut berasal dari Vatikan yang kemudian diberikan oleh Bapak Uskup kepada gereja. Relikui tersebut merupakan sepotong kain linen yang dengan hormat telah disentuhkan pada lidah terberkati St. Antonius dari Padua yang tidak hancur karena membusuk setelah lebih dari 700 tahun meninggal. (Romo Alfonsus Sombolinggi, Pr).

  1. Pernahkah kamu perhatikan dengan seksama Patung disekelilingi PKKC?

 

Patung-patung tersebut seharusnya merupakan patung kedua belas rasul, namun rasul Yakobus anak Alfeus dan Tadeus digantikan oleh pengarang injil yaitu St. Markus dan St. Lukas, sedangkan Yudas Iskariot yang seharusnya digantikan oleh St. Matias, namundi PKKC patungnya diganti menjadi patung St.Paulus sebagai nama pelindung Sekolah Tinggi Seminari Keuskupan Bogor yaitu Seminari Tinggi Petrus – Paulus.

 

  1. Tahukah kamu apakah sebenarnya bentuk bangunan PKKC? Dan mengapa demikian?

Rancangan bangunan PKKC diajukan oleh seorang arsitek perempuan profesional yaitu PT Andal dan disetujui oleh Bapak Uskup pada tanggal 8 Oktober 2004. Bangunan PKKC berbentuk seperti burung yang melambangkan roh kudus agar gereja kita senantiasa dilindungi oleh roh kudus. (Sejarah Perjalanan Paroki Keluarga Kudus Cibinong, 2013:98).

semoga bermanfaat

Continue Reading
Shooting Kisah Kebangkitan dan Kenaikan Tuhan Yesus
Shooting Kisah Kebangkitan dan Kenaikan Tuhan Yesus

Shooting Kisah Kebangkitan dan Kenaikan Tuhan Yesus

 

Tanggal 6 Mei 2018 di sekitar gereja paroki keluarga kudus cibinong telah dilaksanakan sehooting film tentang kisah kebangkitan dan kenaikan Tuhan Yesus ke Surga diproduksi oleh Komsos PKKC bekerja sama dengan TVRI. Naskah ditulis oleh Gloria dan di sutradarai oleh Garry Hantono. pelaksanaan shooting film kali ini sangat berkesan karena didukung oleh anak muda yang bertalenta serta support yang luar biasa dari Para Romo< anggota dewan paroki serta umat. Mari saksikan kisah selengkapnya dalam acara Mimbar Agama Katolik di TVRI tanggal 14 Mei jam 08.30.

Continue Reading

Yesus Sang Teladan Sejati

Puncak Ekaristi Gereja Katolik adalah saat Perayaan Kamis Putih. Perayaan Kamis putih adalah dimulainya Gereja untuk merayakan Perjamuan Malam Terkahir. Dimana perjamuan tersebut ialah yang dilakukan oleh Yesus untuk para rasul dan kini untuk kita semua. Dalam perjamuan tersebut terdapat Roti dan anggur yang diubah menjadi Tubuh dan Darah Yesus sendiri. Namun, bukan hanya itu saja yang diperingati dalam Kamis Putih. Peristiwa lainnya ialah pembasuhan kaki para Rasul oleh Yesus.
Mengapa Yesus membasuh kaki? Mengapa Yesus tidak membasuh anggota tubuh lainnya. Yesus mau menunjukkan pada kita bahwa diri-Nya menjadi abdi yang paling rendah. Ada banyak tugas yang ditanggung oleh kaki dalam hidup manusia. Yesus pun memilih kaki sebagai bagian tubuh para murid yang hendak dibasuh. Kiranya ini bisa menjadi tanda bahwa Yesus mengambil titik terendah penopang hidup dan pergerakan manusia. Ia melayani sampai pada titik dasar perjumpaan manusia dengan bumi. Ia juga membersihkan membersikan penyangga pergerakan manusia.

Pesan Yesus dalam Injil Yoh. 13:1-15, “Hendaklah kamu saling membasuh kaki” Kata Yesus pada malam itu. Pesan yang sangat singkat dan jelas sebelum diri-Nya kembali kepada Bapa di Sorga. Makna dari pesan ini bukanlah semata-mata untuk kita hanya membasuh. Makna paling mendalam dari pesan Yesus ini adalah agar kita saling Mengasihi dalam hidup. Yesus telah menunjukkan diri kepada para Rasul dan murid lainnya, bahwa Ia menjadi pelayan dan teladan sejati.

Dalam hidup yang dijalani oleh kita, banyak masalah mengenai persaudaraan dan komunitas. Sering kita berselisih pandang dengan keluarga, pasangan, teman-teman dan masyarakat. Permasalahan itu didasari sebuah semangat menang sendiri (red: egois) dibandingkan mengasihi. Pesan Yesus melalui perayaan Kamis Putih sangat jelas bahwa diajaknya kita untuk mengasihi bukan membenci. Kita lebih memilih membuang-buang waktu memikirkan masalahnya dibandingkan menyelesaikannya. Kita lebih memilih memblokir orang lain dalam hdiup kita, dibanding terbuka dalam membangun ppersaudaraan.

Marilah kita melalui pesan Yesus dalam Kamis Putih ini, bersama-sama membangun diri untuk lebih mencintai, dan membasuh orang lain dengan tulus hati. Kamis Putih ini menjadi kesempatan bagi kita untuk semakin meyakini kasih Tuhan. Tuhan mengasihi kita dari titik dasar hidup kita. Ia pun menjagai kita dengan membersihkan penopang gerakan hidup kita. Maka mari kita syukuri kasih Tuhan bagi hidup kita. Kita lakukan kehidupan dan pergerakannya dengan kaki bersih.

Continue Reading

End of content

No more pages to load