Santa Walburga

Santa Walburga
Abbess of Heidenheim Benedictine Monastery

Perayaan : 25 Februari, 1 Mei
Lahir : Tahun 710
Kota asal : Devonshire, Inggris
Wilayah Karya : Bavaria Jerman
Wafat : 25 Februari 779 di Heidenheim Jerman
Kanonisasi : Pre-Congregation

Santa Walburga lahir pada tahun 710 di Devonshire, Inggris dalam keluarga aristokrat. Ia adalah putri Santo Richard (Santo Richard Peziarah), raja Kerajaan Saxons di Wessex Inggris. Dua orang saudaranya juga menjadi orang kudus; yaitu Santo Winebald dan Santo Willibaldus. Seorang pamannya, yaitu adik dari ibunya, adalah Santo Bonifasius, Uskup dan rasul bangsa Jerman yang terkenal itu.

Ketika ia berumur 11 tahun, Ayahnya Richard bersama kedua saudaranya berangkat siarah ke tanah suci Yerusalem. Walburga dititipkan di biara susteran Benediktin di Wimborne  orsetshire Inggris. Ia dididik oleh para biarawati dan ditahbiskan menjadi seorang suster. Ia tinggal di biara ini selama 26 tahun sampai keberangkatannya ke Jerman pada tahun 748.

Walburga tiba di Jerman sesudah dua saudaranya, Willibald dan Winebald, untuk membantu Santo Bonifasius, dalam karya penginjilan diantara bangsa Jerman yang masih kafir. Bersama santo Bonifasius, mereka mendirikan biara-biara di beberapa wilayah Jerman yang baru menerima iman Kristiani. Selanjutnya Walburga diutus ke biara Benediktin di Heidenheim untuk membantu Winebald yang telah ditunjuk sebagai pimpinan biara tersebut.

Sesudah santo Winebald meninggal dunia pada tahun 761, Walburga ditunjuk untuk menggantikannya. Dibawah kepemimpinan suster Walburga, biara Heidenheim menjadi terkenal ke seluruh Jerman. Bukan hanya terkenal karena mempraktekkan disiplin hidup membiara yang ketat, namun juga karena suster Walburga, sang pemimpin biara, diberkati Tuhan dengan karunia penyembuhan. Ia memiliki kuasa atas berbagai macam penyakit dan mampu menyembuhkan orang sakit dengan doa dan minyak pengurapan.

Santa Walburga tutup usia dengan tenang pada tanggal 25 Februari 779 dan di makamkan di biara tersebut. Pada tahun 870 relikwi-nya dipindahkan ke Gereja Salib Suci Eichstatt, Jerman.

Continue Reading

Bina Iman Anak ‘Mameda Show’

Bina Iman Anak ‘Mameda Show’

Dalam Rangka Paskah, BIA PKKC akan mengadakan aneka lomba dan akan ditutup dengan “Mameda Show”

1. Lomba menghias telur Paskah “Perorangan” (Kategori : TK – 2 SD)
2. Lomba kreatifitas dari barang bekas “Team /4 anak” (Kategori 3 SD – 6 SD)
3. Lomba Gerak dan Lagu “Team 5-10 anak” (Kategori TK – 6 SD)

Pendaftaran melalui Lingkungan, petugas pendaftaran setelah Misa I mulai tanggal 16 Februari 2020 dengan Biaya Rp. 30.000,-

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Para Pendamping Bina Iman PKKC.

Continue Reading

Semangat Pengampunan

Semangat Pengampunan (Mat 5:38-48)

Dalam tradisi hidup bakti, ada kesempatan saling mengoreksi atau menasehati satu sama lain dalam komunitas. Dalam suasana doa dan terang Roh Kudus, dengan jujur dan rendah hati masing-masing anggota dalam biara menyampaikan hal-hal yang perlu untuk diperbaiki dan dipertahankan. Tujuannya jelas, yaitu untuk saling mendukung dalam mencapai kekudusan, bukan untuk saling menjatuhkan.

Hal yang sama sebenarnya sudah ditegaskan dalam kitab Imamat dalam bacaan hari ini. “Janganlah Engkau membenci saudaramu,di dalam hatimu, tetapi engkau harus berterus terang menegur dan mendatangkan dosa.” (Im 19:17) Menegur dengan motivasi menguduskan membutuhkan kerendahan hati dari diri kita. Biasanya kalau kita mengalami persoalan dengan saudara kita, yang ada dalam diri kita adalah benci dan kemarahan. Tuntutan pengudusan dalam konflik, pertentangan dan percekcokan tidak lain adalah semangat pengampunan dan kerendahan hati. Hanya dengan semangat pengampunan dan rendah hati kita akan memiliki rasa cinta persaudaraan.

Bahkan menurut Yesus tidak sekadar mewujudkan belas kasih kepada mereka yang menyakiti kita, tetapi merupakan keutamaan hidup Kristiani. Bagi Yesus ciri khas dan kualitas kemuridan yang sejati harus sampai pada tingkat keutamaan belas kasih, yaitu memberikan dengan rela; bukan karena kewajiban melainkan karena kemurahan hati kita.

Continue Reading

Pertemuan Pemandu APP PKKC 2020

Pertemuan Pemandu APP PKKC 2020

Undangan untuk Pemandu dan Pendamping BIA serta OMK (2 orang untuk masing-masing lingkungan) untuk kegiatan Pertemuan Pemandu APP PKKC 2020.

Hari / tanggal : Minggu, 23 Februari 2020
Waktu : Pukul 08.00 s.d selesai
Acara : Persiapan renungan APP tahun 2020
Tempat : Aula Maria Yosep PKKC

Terima kasih

Continue Reading

Santo Petrus Damianus, Uskup dan Pujangga Gereja

Santo Petrus Damianus, Uskup dan Pujangga Gereja

Perayaan : 21 Februari
Lahir : Tahun 1007
Kota asal : Ravenna, Italy
Wafat : 22 Februari 1072 di Ravenna, Italy. Oleh sebab alamiah makamnya dipindahkan beberapa kali dan sejak tahun 1898 berada di Chapel of Saint Peter Damian The Cathedral of Faenza, Italy.
Kanonisasi : Tahun 1823 oleh Paus Leo XII

Petrus Damianus dilahirkan pada tahun 1007 dan menjadi Yatim Piatu sejak masih kanak-kanak. Ia diasuh oleh seorang kakaknya yang berwatak buruk. Kakaknya suka menganiaya dia serta membiarkannya kelaparan. Seorang kakaknya yang lain, Damianus yang adalah seorang pastor di Ravenna, mengetahui keadaanya yang sebenarnya. Ia membawa Petrus pulang kerumahnya.

Sejak saat itulah hidup Petrus berubah sepenuhnya. Ia diperlakukan dengan penuh cinta, kasih sayang serta perhatian. Begitu bersyukurnya Petrus hingga kelak ketika Ia menjadi seorang religius, Ia memilih nama Damianus sebagai ungkapan kasih sayang kepada kakaknya.

Damianus mendidik Petrus serta memberinya semangat dalam belajar. Petrus kemudian mengajar di perguruan tinggi ketika usianya baru duapuluh tahunan. Ia menjadi seorang guru yang hebat. Tetapi Tuhan membimbingnya ke jalan yang tidak pernah dipikirkan olehnya.

Petrus hidup pada masa di mana banyak orang dalam Gereja terlalu dipengaruhi oleh tujuan-tujuan duniawi. Petrus sadar bahwa Gereja adalah ilahi dan Gereja memiliki rahmat dari Yesus Kristus untuk menyelamatkan semua orang. Ia ingin agar gereja bersinar dengan kemuliaan Kristus.

Continue Reading

Kesempurnaan Taurat oleh Yesus

Kesempurnaan Taurat oleh Yesus
Mat 5:17-37

Ketika mendidik murid-murid Nya, Yesus mulai dengan apa yang menjadi kebiasaan mereka sebagai orang Yahudi. Yesus menegaskan bahwa Ia datang bukan untuk meniadakan hukum Taurat melainkan untuk menggenapinya atau menyempurnakan. Keutamaan hidup yang bertumbuh dari kedalaman hati untuk mewujudkan belas kasih bukan sekali jadi, melainkan bersumber pada apa yang dibiasakan terus menerus yang akan menjadi habitus baru.

Sebab keutamaan yang tidak bersumber dari peraturan Allah akan gampang jatuh pada tindakan dan keputusan yang sangat subjektif. Mewujudkan keutamaan belas kasih yang sungguh muncul dan berkembang dari kedalaman hati pasti selalu bersumber dari sabda Allah. Sebab sabda Allah yang kita kunyah dan kita simpan dalam hati dan ketika ditanyakan dalam perbuatan itulah yang disebut kebijaksanaan ilahi. Yesus mengatakan bahwa itulah kesempurnaan Taurat ketika sabda menjadi sumber perbuatan.

“Allah, mampukan kami mewujudkan perintah-Mu dalam hidup sehari-hari. Amin”

Continue Reading

5S : Senyum Sapa Salam Sayang Sebulat hati

5S : Senyum Sapa Salam Sayang Sebulat hati
Oleh : Oleh : RD. Agustinus Suyatno

Judul tulisan ini merupakan syair lagu anak-anak
yang sering dinyanyikan sebelum anak diberi materi pelajaran.
Dengan menyanyikan lagu ini guru pembimbing ingin
mengajak anak-anak berada dalam hidup penuh syukur dan
sukacita. Dengan bersama menyanyikan lagu ini, yang tadinya
tidak kenal menjadi kenal, yang tadinya jauh menjadi dekat,
yang tadinya takut menjadi tidak takut lagi. Maka lagu ini
pantas menjadi lagu kita bersama.

Manusia adalah makhluk sosial. Ia tidak bisa hidup
sendiri. Manusia perlu orang lain. Semua orang mau diakui
keberadaannya, semua orang mau diakui eksistensinya. Maka
tidak jarang dimanapun, sedang apapun, entah sendiri entah
bareng orang lain, pengen difoto atau melakukan swafoto,
kemudian dibagikan kepada orang lain. Tujuannya supaya
eksis.

Bacaan Misa hari ini mengajak kita untuk hidup
dalam sukacita yang penuh, tidak setengah-setengah. Hidup
dalam sukacita akan bisa dialami apabila mau hidup dalam
suasana syukur kepada Tuhan. Hidup penuh syukur dan
sukacita akan didapatkan apabila mau hidup bersama dan
berada di dalam Yesus. Petrus menyadari bahwa dirinya
hanyalah manusia biasa. Maka saat Kornelius menyambutnya
sambil tersungkur dan menyembah, Petrus menegakkan dia
dan berkata, bangun ah, aku hanya manusia biasa. Petrus
menyadari bahwa kemampuan bukan dari dirinya tetapi dari
Yesus yang diimaninya.

Yesus yang diwartakan oleh Petrus adalah Yesus yang
hidup dalam kasih Allah Bapa. Yesus tinggal dalam Allah Bapa
yang Mahakasih. Yesus mengasihi manusia seperti Allah
mengasihiNya. Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian
juga Aku mengasihi kamu. Tinggalkan dalam kasihKu itu. Yesus
menyebut kita telah tinggal dalam kasihNya, apabila kita
melakukan apa yang diperintahkanNya. Seperti aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal
dalam kasihNya. Semuanya itu aku lakukan supaya sukacitaKu ada didalam kamu dan
sukacitamu menjadi penuh.

Apa perintah Yesus itu? Yaitu saling mengasihi. Tidak ada kasih yang lebih besar
dari pada kasih seorang yang memberikan nyatanya untuk sahabat sahabat nya.
Oleh karena itu Rasul Yohanes mengajak untuk hidup saling mengasihi. Sebab
kasih berasal dari Allah. Setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dan mengenal Allah.
Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Allah
mengasihi kita dan telah menganugerahkan puteraNya yang tunggal ke dunia kepada kita
supaya kita hidup olehNya. Dalam hal inilah hidup kita menjadi hidup yang penuh syukur
dan sukacita.

Seandainya penuh syukur dan sukacita bisa difoto, pastinya banyak orang akan
membuat foto hidupnya dan dibagikan kepada orang lain. Sayang hidup kita tidak bisa
difoto. Baiklah kita berhenti membayangkan itu, tetapi mencoba membagikan
pengalaman hidup kita kepada orang lain. Selamat mencoba hidup dalam Tuhan dengan
tinggal dalam kasihNya dan melakukan perintahnya sehingga. Hidup kita penuh syukur
dan sukacita. Tuhan memberkati

Continue Reading
Pendaftaran Komuni Pertama Tahun 2020
pendaftaran komuni pertama tahun 2020 pkkc

Pendaftaran Komuni Pertama Tahun 2020

Pendaftaran Komuni Pertama
Paroki Keluarga Kudus Cibinong
Tahun 2020

1. Pendaftaran kepada : Sekretariat Paroki Keluarga Kudus Cibinong

2. Persyaratan
A. Sudah duduk di kelas 4 atau sudah berumur 10 tahun
B. Mengumpulkan fotokopi surat baptis dari Gereja Katolik
C. Mengumpulkan formulir yang sudah ditandatangani Ketua Lingkungan dan Ketua Wilayah

3. Waktu Pendaftaran : mulai tanggal 2 Februari 2020, ditutup 8 Maret 2020

4. Pelajaran dimulai pada Minggu, 15 Maret 2020 di SD Mardi Waluya pkl. 08.00

5. Penerimaan Sakramen Mahakudus : Minggu 14 Juni 2020 pada Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Continue Reading

Warta Paroki Edisi Paskah 2020

Kepada Yth
Bapak/Ibu Seluruh Umat PKKC

Dalam rangka Paskah 2020, sie Komsos PKKC kembali menerbitkan Warta Paroki edisi khusus Paskah 2020.
Untuk itu kami memberikan kesempatan kepada Bapak/Ibu, seluruh umat PKKC untuk berpartisipasi dalam bentuk iklan ucapan selamat Paskah, yang akan dimuat dalam Warta Paroki edisi khusus tersebut.
Adapun ukuran dan harganya sebagai berikut.

Ukuran Harga
1 Halaman Belakang Luar Rp 2.000.000,-
1 Halaman Depan Dalam Rp 1.500.000,-
1 Halaman Belakang Dalam Rp 1.500.000,-
1 Halaman Dalam Rp 1.000.000,-
1/2 Halaman Dalam Rp    500.000,-
1/4 Halaman Dalam Rp    250.000,-

 

Batas akhir penerimaan iklan ucapan Selamat Paskah adalah tanggal 14 Maret 2020.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi tim Komsos
– Fima (087881622935)
– Marta (085888008613)

Terimakasih
salam #komsoskece

NB:
Perihal penerbitan Warta edisi khusus ini, sudah mendapat persetujuan Pastor Paroki.

Continue Reading

Kamu adalah Garam Dunia

Kamu adalah Garam Dunia (Mat 5:13-16)

“Kamu adalah garam dunia” merupakan ungkapan untuk mendorong para murid saat mengalami penderitaan dan kegalauan agar mereka harus tetap menjadi berkat bagi dunia. Para Nabi yang ada sebelum mereka adalah garam bagi tanah Kanaan, tetapi para rasul adalah garam bagi seluruh bumi, sebab mereka harus pergi ke seluruh dunia untuk memberitakan Injil.

Tampaknya mereka harus berkecil hati karena jumlah mereka begitu sedikit dan lemah. Apa yang mampu mereka lakukan di kawasan yang begitu luas seperti seluruh muka bumi ini? Tidak ada, jika mereka harus bekerja dengan menggunakan kekuatan senjata dan pedang semata. Dengan bekerja tanpa suara seperti garam, maka segenggam garam itu akan menyebar rasanya ke mana-mana menjangkau daerah yang luas, dan bekerja tanpa terasa dan tanpa penolakan sama seperti bekerjanya ragi.

Menjadi komunitas garam dan ragi persis zaman seperti dikatakan Yesaya 58:7-10, yaitu supaya Engkau memecah-mecahkan rotimu bagi orang lapar dan membawa ke rumahmu orang miskin yang tidak memiliki rumah. Mewujudkan belas kasih meski sederhana sekalipun akan memberikan dampak yang luar biasa terlebih bagi mereka yang merasakan belas kasih itu.

Rasa kasih dan pengamalan dikasihi tidak akan pernah luntur. Inilah yang perlu kita kembangkan dalam kegembalaan Gereja khususnya zaman ini dimana belas kasih dan kepedulian semakin luntur. Doa, kesalehan, Ekaristi sangatlah penting, tetapi menjadi berartii kalau kita mampu menciptakan komunitas ekaristis; kerelaan dan siap untuk berbagi.

Continue Reading

Pesan Paus Fransiskus untuk Hari Orang Sakit Sedunia 2020

Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat. 11:28) adalah tema untuk Hari Orang Sakit Sedunia ke-28 yang jatuh pada tanggal 11 Februari 2020.

Pada Hari Orang Sakit Sedunia ke-28 ini Kristus melalui Paus Fransiskus mengajak para orang sakit, tertindas dan miskin untuk menyadari bahwa sepenuhnya kehidupan mereka tergantung pada Allah sendiri.

Saat sakit, setiap orang bukan hanya merasa terancam keutuhan raganya tetapi juga dimensi-dimensi kehidupan relasional dan spiritual mereka. Karena alasan ini selain terapi dan dukungan, mereka yang sakit, miskin dan tertindas mengharapkan kepedulian dan perhatian.

Dalam menghadapi orang sakit, miskin dan tertindas, Paus Fransiskus mengajak kita semua untuk merenungkan gambaran Kristus , Orang Samaria yang baik hati dengan tindakan kasih yang lembut dan kedekatan mereka.

Pesan Paus Fransiskus untuk Hari Orang Sakit Sedunia 2020 dapat diunduh melalui link dibawah ini.

 

(Sumber : http://www.dokpenkwi.org/2020/02/03/pesan-paus-fransiskus-untuk-hari-orang-sakit-sedunia-2020)

Continue Reading

End of content

No more pages to load