Empat Puluh Martir dari Sebaste

Empat Puluh Martir dari Sebaste (320M)
diperingati : 9 Maret

Diantara serdadu-serdadu Romawi, ada sejumlah besar serdadu yang beragama Kristen. Mereka inilah yang menjadi perintis Injil Kristus dan saksi-saksi iman Kristiani di negeri-negeri yang jauh dari Roma.

Yang termahsyur diantara mereka yang beragama Kristen itu adalah “Keempatpuluh serdadu dari Sebaste”, negeri Armenia. Mereka adalah anggota Legiun XII, yang disebut Legio Fulminata, Pasukan Gerak Cepat. Pasukan ini ditempatkan jauh dari Kota Sebaste di perbatasan kekaisaran Romawi. Tugas mereka sungguh berat karena harus menghadang gempuran dari suku-suku Timur yang terkenal ganas dan berani.

Demi mencapai keberhasilan, komandan pasukan mewajibkan setiap serdadu mengambil bagian dalam upacara kurban kepada para dewa untuk memohon bantuan dan perlindungan. Kewajiban ini ditolak tegas oleh keempatpuluh serdadu yang beragama Kristen tersebut.

Penolakan itu ditindaktegas oleh Komandan pasukan. Sambil menantikan putusan hukuman mati dari wali kaisar, mereka dipenjarakan dan dijaga dengan ketat.

Ketika itu musim dingin, keempatpuluh serdadu Kristen itu digiring ke sebuah danau yang sangat dingin airnya dan sudah membeku. Disana meraka ditelanjangi dan disuruh berbaring diatas air danau yang sudah membeku itu. Dalam penderitaan yang hebat itu, keempat puluh serdadu itu meminta bantuan Tuhan agar tetap teguh dalam imannya: “Ya Tuhan, kami percaya kepada-Mu. Kami disiksa karena iman kepada-Mu. Kiranya kami semua dapat dipermahkitai dalam kerjaan-Mu.”

Seorang diantara mereka murtad dari imannya karena tidak tahan terhadap penderitaan. Meskipun demikian ia pun tidak terhindar dari bahaya kematian. Ia juga dibunuh di atas tungku api sebagai kurban bakaran. Sementara itu, seorang serdadu yang bukan Kristen mengalami suatu penglihatan ajaib.

Ia melihat di langit tersedia 40 buah mahkota bagi keempatpuluh serdadu itu. Tigapuluh sembilan mahkota sudah dipakai oleh tigapuluh sembilan serdadu yang setiawan itu, sedangkan satu mahkota belum dipakai. Dalam terang ilahi, mengertilah serdadu itu bahwa mahkota yang tidak dipakai itu disediakan baginya.

Yakin akan penglihatan itu, ia segera membuka pakaiannya dan menggabungkan diri kembali dirinya dengan ke tigapuluh sembilan martir rekannya. Dengan demikian, genaplah kembali jumlah serdadu itu menjadi 40 orang. Mereka dengan gagah berani menanggung penderitaan karena kedinginan. Keesokan harinya, baik yang sudah mati maupun yang masih hidup, semuanya diseret ke dalam api unggun hingga mati terbakar. Peristiwa ini terjadi pada tahu 320.

Continue Reading

Jadwal Pengakuan Dosa 2020

Berikut ini adalah Jadwal Pengakuan Dosa 2020 Paroki Keluarga Kudus Cibinong

Tanggal : 23 Maret 2020
Waktu : 08.00 – 12.00
Keterangan : Anak Sekolah
Tempat : Gereja PKKC

Tanggal : 23 Maret 2020
Waktu : 17.00 – 22.00
Keterangan : Umum
Tempat : Kapel St. Vincentius

Tanggal, 24 Maret 2020
Waktu : 08.00 – 12.00
Keterangan : Anak Sekolah
Tempat : Gereja PKKC

Tanggal, 24 Maret 2020
Waktu : 17.00 – 22.00
Keterangan : Umum
Tempat : Gereja PKKC

Tanggal, 25 Maret 2020
Waktu : 08.00 – 12.00
Keterangan : Umum
Tempat : Gereja PKKC

Tanggal, 25 Maret 2020
Waktu : 17.00 – 22.00
Keterangan : Umum
Tempat : Gereja PKKC

Continue Reading

Jadwal Pekan Suci 2020

Jadwal Pekan Suci 2020

Berikut ini adalah Jadwal Pekan Suci 2020 Paroki Keluarga Kudus Cibinong.

Sabtu Palma, 4 April 2020
Jam : 18.00
Koor : Mathias
Tata tertib : Bejana Rohani
Parkir & Keamanan : Flobamora

Minggu Palma, 5 April 2020 Misa I
Jam : 06.00
Koor : Gerardus Sagredo
Tata tertib : Gerasimos
Parkir & Keamanan : Yohanes Penginjil

Minggu Palma, 5 April 2020 Misa II
Jam : 09.00
Koor : Paulus
Tata tertib : Petrus
Parkir & Keamanan : Yakobus

Minggu Palma, 5 April 2020 Misa III
Jam : 17.00
Koor : Yashinta
Tata tertib : Philipus
Parkir & Keamanan : Stefanus

Kamis Putih, 9 April 2020 Misa I
Jam : 17.30
Koor : Koor PKKC
Tata tertib : Yohanes Penginjil
Parkir & Keamanan : Philipus

Kamis Putih, 9 April 2020 Misa II
Jam : 21.30
Koor : Gerasimos
Tata tertib : Paulus
Parkir & Kemanan : Bejana Rohani

Ibadat Jumat Agung, 10 April 2020 ke I
Jam : 08.00
Koor : Ibadat Jalan Salib
Tata tertib : Pemandu oleh Prodiakon
Parkir & Keamanan : Pemandu oleh Prodiakon

Ibadat Jumat Agung, 10 April 2020 ke II
Jam : 14.00
Koor : Calipe Bella
Tata tertib : Yashinta
Parkir & Kemanan : Mathias

Ibadat Jumat Agung, 10 April 2020 ke III
Jam : 18.00
Koor : Philipus
Tata tertib : Yoseph
Parkir & Keamanan : Petrus

Malam Paskah, 11 April 2020
Jam : 09.00
Koor, Tata tertib, Parkir & Keamanan : Ibadat singkat untuk calon Baptisan Baru dan pengukuhan perkawinan (PIC : Bu Andre / Bu Wiwin)

Malam Paskah, 11 April 2020 Misa ke II
Jam : 17.00
Koor : Pakekuci
Tata tertib : Yohanes Penginjil
Parkir & Kemanan : Paulus

Malam Paskah, 11 April 2020 Misa ke III
Jam : 21.00
Koor : Petrus
Tata tertib : Mathias
Parkir & Keamanan : Gerasimos

Minggu Paskah, 12 April 2020 Misa ke I
Jam : 07.00
Koor : Bejana Rohani
Tata tertib : Philipus
Parkir & Keamanan : Yashinta

Minggu Paskah, 12 April 2020 Misa ke II
Jam : 09.00
Koor : SMP Mardi Waluya
Tata tertib : Yakobus
Parkir & Kemanan : Gerardus Sagredo

Minggu Paskah, 12 April 2020 Misa ke III
Jam : 17.00
Koor : Stefanus
Tata tertib : Paulus
Parkir & Keamanan : Yoseph

Demikian informasi ini kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya kami ucapkan terima kasih.

Tuhan Yesus Memberkati

Continue Reading

Air, Elemen yang Tak Terpisahkan

Air, Elemen yang Tak Terpisahkan
(Yoh 4:5-42)

Air adalah salah satu unsur semesta yang penting dan menjadi kebutuhan pokok manusia. Air menjadi simbol hidup. Ia menjadi simbol kebeningan dan kebersihan. Ia simbol kekuatan yang melepaskan dahaga. Masalah air menjadi bencana kemanusiaan yang hebat. Kekurangan air menjadi krisis ekonomi, sosial dan politik, bahkan budaya dan religius. Orang Israel dalam perjalanan menuju tanah terjanji mengalami kekurangan air. Hal itu menyebabkan pertengkaran diantara mereka dan Musa pun terpojok. Tuhan menolong mereka, sehingga dahaga mereka terpuaskan.

Dalam bacaan Injil, wanita yang menimba air di sumur Yakub berjumpa dengan Yesus dan Ia mengalami pembaruan pandangan tentang arai, yaitu dari air yang menghidupkan badan dan diri-Nya sebagai mata air kehidupan kekal. Ia sumber kehidupan yang melimpah. Air menjadi simbol spiritual yang penting bagi semua agama, terutama agama Kristen. Air baptis adalah simbol peralihan hidup kita dari yang lama menuju yang baru.

Kristus adalah sumber dan danau kehidupan yang siap melepaskan dahaga kita, membersihkan kita, mentransformasi menumbuhkan kembali hidup kita. Air adalah simbol kasih karunia ilahi yang dialirkan Roh Kudus dalam hati yang dahaga supaya kita berbuah lebat.

Continue Reading

Penerimaan Anggota Pemuda Katolik

Penerimaan Anggota Pemuda Katolik

Sehubungan dengan diadakannya masa penerimaan anggota Pemuda Katolik Kab. Bogor yang akan diselenggarakan pada:

Hari & tanggal : Minggu, 22 Maret 2020
Pukul : pukul 10.00 WIB-selesai
Tempat : : Ruang Yohannes Paroki Keluarga Kudus Cibinong JI. Raya Tapos No. 31 Cibinong, Kab. Bogor, Jawa Barat
Tema : Menjadi Pemimpin Masa Depan Gereja Membangun Bangsa dan Negara

Mengingat pentingnya Kaderisasi kepermimpinan dalam organisasi dan membangun kerjasama didalam masyarakat. Besar harapan karni agar setiap Paroki mengutus minimal 5 Orang Muda Katolik (OMK) untuk ikut ambil bagian menjadi Pemuda Katolik agar bisa bekerjasama untuk kegiatan di dalam Gereja maupun di luar Gereja dalam bermasyarakat dilingkungan masing-masing. Atas perhatian dan kerjasamanya kami mengucapkan terima kasih.
Pro ecclesia et patria

Continue Reading

Santa Fransiska dari Roma

Santa Fransiska dari Roma
Francesca Bussa de’ Leoni, Francesca Romana

Fransiska dilahirkan pada tahun 1384 dengan nama Francesca Bussa de’Leoni. Orangtuanya, Paul Bussa dan Jacobella de’ Roffredeschi, adalah bangsawan yang kaya raya, tetapi mereka mengajarkan pada Fransiska untuk menaruh perhatian pada sesama dan mengamalkan hidup Kristiani yang saleh. Ia adalah seorang gadis kecil yang cerdas.

Ketika usianya sebelas tahun, Fransiska memberitahukan kepada orangtuanya bahwa ia telah memutuskan untuk menjadi seorang biarawati. Namun, kedua orangtuanya malahan mendorong Fransiska untuk memikirkan hidup perkawinan. Seperti kebiasaan pada masa itu, mereka memilih seorang pemuda yang baik untuk menjadi suami Fransiska. Pemuda itu baru tigabelas tahun usianya. Fransiska dan suaminya, Lorenzo Ponziano, saling jatuh cinta.

Meski pernikahan mereka adalah karena perjodohan, mereka hidup bahagia dalam perkawinan selama empatpuluh tahun lamanya. Lorenzo mengagumi isterinya, dan juga saudari iparnya – Vannozza. Fransiska dan Vannozza berdoa setiap hari dan melakukan matiraga bagi Gereja Yesus, yang menghadapi banyak pencobaan pada masa itu. Kedua saudari ini juga mengunjungi mereka yang miskin dan merawat mereka yang sakit.

Mereka membawakan makanan dan juga kayu bakar bagi orang-orang yang membutuhkannya. Para perempuan kaya lainnya terinspirasi oleh teladan kedua bersaudari ini untuk lebih memaknai hidup mereka pula. Sementara itu, Fransiska bertekun dalam doa. Ia semakin akrab bergaul dengan Yesus dan Maria dalam hidup sehari-hari

Fransiska dan Lorenzo adalah orang-orang yang penuh belas kasih. Mereka tahu bagaimana rasanya menderita. Mereka kehilangan dua dari ketiga anak mereka karena wabah. Hal ini menjadikan mereka terlebih lagi peka terhadap kebutuhan mereka yang menderita. Semasa pertikaian antara paus yang sah dengan anti-paus, Lorenzo memimpin pasukan yang membela paus yang benar. Sementara ia pergi berperang, para musuh memusnahkan harta milik dan kekayaannya. Bahkan meski demikian, Fransiska membereskan satu bagian dari villa keluarga yang telah dirusak dan mempergunakannya sebagai rumah sakit.

Hidup terasa berat bagi keluarganya, namun demikian orang-orang di jalanan jauh terlebih lagi membutuhkan pertolongan. Lorenzo terluka dan pulang ke rumah untuk dirawat oleh
isterinya tercinta agar sehat kembali. Lorenzo wafat pada tahun 1438. Fransiska menghabiskan empat tahun sisa hidupnya dalam kongregasi religius yang ia bantu pembentukannya.

St Fransiska dari Roma wafat pada tanggal 9 Maret 1440. Ia dimaklumkan sebagai santa oleh Paus Paulus V pada tahun 1608. Pada pesta peringatannya, para imam biasa memberikan berkat pada mobil oleh sebab St Fransiska dianggap sebagai pelindung mobil dan para pengemudi. Tentu saja St Fransiska tidak pernah mengemudi, tetapi menurut kisah legenda, apabila ia pergi keluar pada malam hari, maka malaikat pelindung mendahuluinya menerangi jalan dengan sebuah lampu besar serupa lentera. Semasa hidupnya St Fransiska mendiktekan 97 penglihatan, di mana ia melihat banyak siksa neraka.

Continue Reading

PENDAFTARAN KPKS ANGKATAN XV

PENDAFTARAN KPKS ANGKATAN XV

Pendaftaran KPKS Angkatan XV telah dibuka mulai Februari 2020 Bagi yang berminat, silahkan hubungi Bpk. Tonny Yahyadi di No. 0811 955 414 Atau ke Ibu Wiwin Pribadi di No. 0815 8926 361 atau ke Sekretariat Paroki Pendaftaran, ditutup tgl 30 April 2020. Demikian pengumuman ini kami sampaikan. Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

Continue Reading

Ziarek ‘’Cirebon with LOVE’’

Ziarek ‘’Cirebon with LOVE’’

Melihat antusiasme para Orang Muda Katolik, maka Badan Pelayanan Keuskupan Pembaruan Karismatik Katolik (BPK PKK) Keuskupan Bogor, melalui Sie Kepemudaan akan mengadakan ziarek dengan tema “Cirebon with LOVE”, vang akan dilaksanakan pada:

Hari/ Tanggal : Sabtu, 18 April 2020
Waktu : Pk 4.30 di Pool Damri Bogor (sebelah Botani Square Mall)

Atas perhatian dan dukungan Romo, kami ucapkan terimakasih. Tuhan Yesus memberkati

Continue Reading

Panggilan, Persekutuan, dan Perutusan

Panggilan, Persekutuan, dan Perutusan
(Mat.17:1-9)

Tiga tema yang selalu diulang-ulang dalam Kitab Suci, yaitu dipangil (vocation), hidup bersama/bersekutu (communion), dan diutus (mission). Semua tokoh besar dalam kisah keselamatan dalam Kitab Suci selalu berada dalam proses ini. Abraham dalam bacaan pertama hari ini dipangil oleh Tuhan untuk berada dalam naungan-Nya, dan diutus. Ia dijanjikan tanah/negeri, keturunan, dan berkat. Ia menjadi tokoh iman.

Demikian juga Timotius dalam bacaan kedua hari ini, dipanggil dan diutus oleh Tuhan untuk mewartakan supaya semua orang mendapatkan keselamatan dari Allah sendiri. Hal yang sama dialami oleh Petrus, Yakobus, dan Yohanes. Mereka dipanggil oleh Tuhan, untuk bersatu dengan-Nya, dan kemudian harus diutus. Mereka diajak Yesus mendaki gunung (panggilan), lalu mengalami kemulian-Nya di puncak gunung (persekutuan), dan kemudian mereka harus turun gunung (diutus).

Bersatu dengan Tuhan dan mengalami penampakan diri Allah adalah pengalaman yang membahagiakan para murid; tidak semua orang dapat mengalaminya. Banyak bentuk dan jenis panggilan, persekutuan, dan perutusan sekarang ini, namun tidak semuanya membahagiakan, malah menyesatkan, karena tidak bersumber dari kebenaran Allah. Wajah Allah yang bercahaya di puncak gunung adalah wajah Ilahi yang menghancurkan kepalsuan zaman ini.

Continue Reading

Aksi Donor Darah

Aksi Donor Darah

Akan diadakan donor darah pada :

Hari / tanggal : Minggu, 8 Maret 2020
Tempat : Gereja Baru Ruang B3 Kesehatan
Pukul : 08.00 s/d selesai

Diharapkan umat turut berpartisipasi dalam acara donor darah ini.
Terima kasih.

Continue Reading

Rekoleksi New Heart Community (NHC)

Rekoleksi New Heart Community (NHC)

Rekoleksi New Heart Community (NHC) angakatan ke-26 diadakan pada tanggal : 20 s/d 22 Maret 2020 di Wisma Puspanita Ciawi Bogor. Khusus untuk orang muda lajang berusia minimal 27 tahun dan belum pernah menikah secara apapun serta bersedia mengikuti seluruh acara yang dibawakan secara Katolik. Biaya @Rp 775.000,- per orang.

Untuk pendaftaran hubungi :
Ivana (081 225 222 533)
Hari (081 182 1260)
Shirley (021 385 4722)
Email : [email protected]

Continue Reading

Memperbaiki Relasi Dengan Allah

Memperbaiki Relasi Dengan Allah (Mat 4:1-11)

Minggu prapaskah pertama ini menawarkan kepada kita kisah penciptaan seperti yang kita dengar dalam bacaan pertama. Manusia mendapat misi untuk mengelola Taman Eden, taman kehidupan di mana manusia mewujudkan dirinya sebagai mitra kerajaan Allah sendiri.

Namun, manusia pertama ternyata tidak tahan terhadap godaan si ular, dan jatuh dalam dosa. Dalam kisah penciptaan ini, dosa dilihat sebagai ketidakpercayaan manusia kepada Allah. Dengan itu, dosa masuk ke dalam dunia oleh satu orang seperti dikatakan Paulus dalam bacaan kedua. Dosa adalah rusaknya relasi manusia dengan Allah karena sikap curiga dan tidak percaya Allah.

Si iblis tidak hanya berhenti menggoda Adam dan Hawa, ia juga mencobai dan menggoda Tuhan Yesus sendiri sampai tiga kali seperti yang kita dengar dalam bacaan Injil. Namun, Yesus berhasil mengalahkan godaan iblis. Dengan itu, Kristus, sang Adam baru, menghapus dosa Adam lama dan ingin memperbaiki relasi yang rusak ini dan melimpahkan kepada manusia kasih karunia dan anugerah kebenaran supaya karya keselamatan Allah tetap menyertai manusia.

Adam lama telah membuat satu pelanggaran dan dengan itu semua manusia mendapat penghukuman, tetapi Adam baru telah membawa satu perbuatan kebenaran, sehingga semua orang memperoleh pembenaran dan keselamatan. Mari kita menjadi mitra kerja Allah.

Continue Reading

End of content

No more pages to load