5S : Senyum Sapa Salam Sayang Sebulat hati

5S : Senyum Sapa Salam Sayang Sebulat hati

5S : Senyum Sapa Salam Sayang Sebulat hati
Oleh : Oleh : RD. Agustinus Suyatno

Judul tulisan ini merupakan syair lagu anak-anak
yang sering dinyanyikan sebelum anak diberi materi pelajaran.
Dengan menyanyikan lagu ini guru pembimbing ingin
mengajak anak-anak berada dalam hidup penuh syukur dan
sukacita. Dengan bersama menyanyikan lagu ini, yang tadinya
tidak kenal menjadi kenal, yang tadinya jauh menjadi dekat,
yang tadinya takut menjadi tidak takut lagi. Maka lagu ini
pantas menjadi lagu kita bersama.

Manusia adalah makhluk sosial. Ia tidak bisa hidup
sendiri. Manusia perlu orang lain. Semua orang mau diakui
keberadaannya, semua orang mau diakui eksistensinya. Maka
tidak jarang dimanapun, sedang apapun, entah sendiri entah
bareng orang lain, pengen difoto atau melakukan swafoto,
kemudian dibagikan kepada orang lain. Tujuannya supaya
eksis.

Bacaan Misa hari ini mengajak kita untuk hidup
dalam sukacita yang penuh, tidak setengah-setengah. Hidup
dalam sukacita akan bisa dialami apabila mau hidup dalam
suasana syukur kepada Tuhan. Hidup penuh syukur dan
sukacita akan didapatkan apabila mau hidup bersama dan
berada di dalam Yesus. Petrus menyadari bahwa dirinya
hanyalah manusia biasa. Maka saat Kornelius menyambutnya
sambil tersungkur dan menyembah, Petrus menegakkan dia
dan berkata, bangun ah, aku hanya manusia biasa. Petrus
menyadari bahwa kemampuan bukan dari dirinya tetapi dari
Yesus yang diimaninya.

Yesus yang diwartakan oleh Petrus adalah Yesus yang
hidup dalam kasih Allah Bapa. Yesus tinggal dalam Allah Bapa
yang Mahakasih. Yesus mengasihi manusia seperti Allah
mengasihiNya. Seperti Bapa telah mengasihi Aku, demikian
juga Aku mengasihi kamu. Tinggalkan dalam kasihKu itu. Yesus
menyebut kita telah tinggal dalam kasihNya, apabila kita
melakukan apa yang diperintahkanNya. Seperti aku menuruti perintah BapaKu dan tinggal
dalam kasihNya. Semuanya itu aku lakukan supaya sukacitaKu ada didalam kamu dan
sukacitamu menjadi penuh.

Apa perintah Yesus itu? Yaitu saling mengasihi. Tidak ada kasih yang lebih besar
dari pada kasih seorang yang memberikan nyatanya untuk sahabat sahabat nya.
Oleh karena itu Rasul Yohanes mengajak untuk hidup saling mengasihi. Sebab
kasih berasal dari Allah. Setiap orang yang mengasihi lahir dari Allah dan mengenal Allah.
Barang siapa tidak mengasihi, ia tidak mengenal Allah, sebab Allah adalah kasih. Allah
mengasihi kita dan telah menganugerahkan puteraNya yang tunggal ke dunia kepada kita
supaya kita hidup olehNya. Dalam hal inilah hidup kita menjadi hidup yang penuh syukur
dan sukacita.

Seandainya penuh syukur dan sukacita bisa difoto, pastinya banyak orang akan
membuat foto hidupnya dan dibagikan kepada orang lain. Sayang hidup kita tidak bisa
difoto. Baiklah kita berhenti membayangkan itu, tetapi mencoba membagikan
pengalaman hidup kita kepada orang lain. Selamat mencoba hidup dalam Tuhan dengan
tinggal dalam kasihNya dan melakukan perintahnya sehingga. Hidup kita penuh syukur
dan sukacita. Tuhan memberkati