Penerimaan Sakramen Krisma
Penerimaan Sakramen Krisma PKKC

Penerimaan Sakramen Krisma

Penerimaan Sakramen Krisma

“Allah ingin kita berbuah, tapi Allah juga butuh penggarap-penggarap kebun anggurNya”, itulah tema utama yang disampaikan oleh Bpk. Uskup Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM dalam misa penerimaan Sakramen Krisma bagi 508 orang pesertanya, hari minggu 8 oktober 2017. Pesan ini tentu tidak hanya ditujukan kepada para wiswan Sakramen Krisma saja tetapi juga bagi kita semua bahwa  Allah membutuhkan kita untuk menjadi pelayan-pelayan yang setia, pelayan-pelayan yang tangguh dan bangga akan iman kepada Tuhan. Untuk menjadi penggarap yang baik maka dibutuhkan proses, kesediaan dan kerelaan , yang terus menerus kita kembangkan dalam kehidupan kita agar semangat pengurapan minyak krisma selalu menjadi kekuatan dalam setiap pelayanan kita.

Bagi para wiswan Sakramen Krisma, Sakramen Krisma merupakan tanda kedewasaan iman seseorang. Penerimaan sakramen Krisma melengkapi rahmat pembaptisan, dan menyempurnakan inisiasi. Melalui sakramen Krisma, seseorang diikat secara kebih kuat dan sempurna dengan Gereja serta diperkaya dengan daya kekutan Roh Kudus. Konsekuensi dari sakramen Krisma adalah tanggung jawab iman dan semakin wajib untuk menyebarluaskan dan membela iman sebagai saksi Kristus. Dalam Sakramen Krisma juga ada Pengurapan dengan minyak Krisma yang berarti kita yang sudah menerima Krisma dikuduskan, dikhususkan, dan menerima Kuasa untuk melakukan tugas perutusan kita sebagai umat beriman. Dengan menerima Sakramen Krisma, kita menerima Roh Kudus yang merupakan meterai, Tanda bahwa kita ini milik Allah.

Lewat perumpamaan tentang kebun anggur dan penggarapnya, Tuhan menginginkan kita menjadi penggarap yang baik, Tuhan mengutus RohNya agar kita diberi kekuatan / peneguhan untuk; menolak setan / tidak melakukan perbuatan yang tidak baik, percaya kepada Tuhan, harus punya pegangan hidup kepada gereja katolik, dan harus mengakui iman katolik dan harus bangga menjadi orang katolik.

Dan kita patut bersyukur kepada Tuhan bahwa para wiswan Sakramen Krisma kali ini ternyata didominasi oleh kaum muda, semoga anda semua sungguh menghayati peneguhan ini agar semakin berani ambil bagian menjadi penggarap-penggarap kebun anggur Tuhan. Angka 508 terlalu kecil jika dibandingkan dengan jumlah umat, tapi anda harus bangga menjadi pilihan Allah, dan anda semua telah diurapi supaya berjuang dalam hidup menjadi serupa dengan Kristus dalam mencintai Tuhan dan mengasihi sesama.

Pesan terakhir yang disampaikan bapak Uskup Mgr Paskalis Bruno Syukur OFM adalah marilah kita menjadi orang katolik yang kuat, yang setia dalam melayani Tuhan, setia dalam mewartakan kabar suka cita Tuhan.

Selamat kepada 508 wiswan Sakramen Krisma, semoga warna putih yang menghiasi gereja menjadi simbol bahwa anda semua telah siap dan menjadi manusia baru, untuk menjadi penggarap-penggarap kebun anggur Tuhan  yang setia.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.